log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 19 Maret 2017 00:00

JALAN YANG HARUS KITA TEMPUH

Written by  Pdt. Samali Zamili
Gembala GPdI Tiberias, Nias Selatan Gembala GPdI Tiberias, Nias Selatan

Mazmur 1:1-6 1

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. 5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; 6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Ada 2 bagian yang bisa kita lihat dari pasal ini. Bagian yang pertama dari ayat 1-3, berisi tentang kehidupan orang benar. Daud menulis tentang apa yang terjadi dan yang dia alami dalam hidupnya. Ayat 1 katakan: Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Daud memulai dengan kata berbahagialah, kata-kata yang sama dengan yang diucapkan Yesus ketika berkhotbah diatas bukit dalam Matius 5.
Orang tidak akan mengalami atau merasakan kebahagiaan apabila masih mau menuruti nasihat orang fasik, masih berdiri di jalan orang berdosa dan masih mau duduk dalam kumpulan pencemooh. Kalau kita mampu menghindari ketiga hal ini dan menjalani hidup yang benar maka kita akan mengalami kebahagiaan.
Kecanggihan teknologi saat ini membawa dampak yang negatif terutama kepada orang muda, karena gampang sekali terpengaruh dengan bahasa-bahasa pergaulan yang tidak benar. Kata-kata yang sembrono dan yang tidak memiliki arti atau makna sering dipergunakan oleh orang muda, juga dengan banyaknya sosial media membuat orang gampang untuk mencemooh atau menghina dan meremehkan orang lain. Kita harus menjauhkan diri dari semuanya ini. Karena masa depan akan hancur dan tidak ada harapan apabila seseorang masih hidup dalam pergaulan seperti ini.
Jalan itu juga ditandai dengan ketaatan kepada Firman Allah. Dalam ayat 2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Banyak orang sangat berat untuk merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. Kamipun sebagai hamba Tuhan seringkali mengalami kesulitan dalam hal ini. Membaca Firman Allah seperti melihat wajah kita di cermin, saat ini kita bisa perhatikan setelah itu lupa. Daud menasehatkan supaya kita merenungkan Firman itu, membacanya berulang-ulang dan terus menyelidikinya agar berkat Tuhan dicurahkan kepada kita.
Banyak orang yang telah menjadi orang Kristen tetapi masih hidup dalam dosa. Tetapi kalau kita menyukai Firman Tuhan dan merenungkan itu siang dan malam, maka ia akan menerima berkat seperti yang ada di ayat 3: Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Hidup memberi buah, kekuatan dan kesegaran dari Tuhan dan keberhasilan sepanjang hidup dalam melakukan apapun.
Siapapun kita pasti mau berhasil dan mencapai apa yang kita inginkan, janji Tuhan pasti akan digenapi dalam hidup kita kalau hidup dalam Firman Allah. Membaca dan merenungkan Firman Tuhan harus dengan usaha yang sesuai dengan kehendak-Nya.
Dalam jemaat yang kami layani di Nias, ada seorang ibu yang selalu setia memberikan milik Tuhan. Sebelum dia mempergunakan uang yang diterima, dia datang dahulu kepada kami gembalanya dan memberikan apa yang menjadi kewajibannya, malahan dia memberikan lebih dari yang seharusnya. Oleh karena itu kami sangat bersukacita dengan jemaat yang seperti ini, walaupun yang lainnya belum bisa memberi seperti ibu ini. Oleh karena itu Tuhan memberkati anak dan cucu ibu ini sehingga mereka berhasil dalam pendidikan dan pekerjaan mereka.
Bagian yang kedua, dalam ayat 4-6 yaitu jalan orang fasik. Kalau ada orang yang masih hidup seperti orang fasik maka dia akan mengalami kehidupan yang hampa, kosong dan tiada artinya seperti sekam. Orang fasik juga tidak akan tahan dalam penghakiman karena dosa. Seperti Adam dan Hawa yang jatuh dalam dosa, mereka begitu takut menghadap Allah, mereka gemetar mendengar suaranya karena ada dosa.
Hidup dalam kefasikan tidak akan mendatangkan kebahagiaan, kesejahteraan dan tidak ada berkat yang diterima dari Tuhan.
Ayat 6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. Kalau jalan kita benar di hadapan Tuhan, maka Dia mengetahui, melihat kita dan akan disertai senantiasa. Dia akan menuntun dan meluruskan jalan kita, jika ada penghalang Dia akan singkirkan. Kalau ada kuasa kegelapan dan orang-orang jahat maka Tuhan akan menjadi pembela kita. Amsal 2:20 Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar. Marilah kita jemaat Tuhan tetap menempuh jalan orang benar, jangan pernah kompromi dengan hal yang salah atau dosa. Supaya kita semakin terang dan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Amsal 4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Apabila jalan kita benar dihadapan-Nya, maka jalan kita akan selalu diterangi oleh kuasa Roh Kudus. Haleluyah!