log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 26 Maret 2017 00:00

INTEGRITAS GEREJA

Written by  Pdt Samuel Ghozali

Gereja adalah ecclesia artinya dipanggil keluar. Bangsa Israel keluar dari Mesir menuju ke Kanaan, mereka keluar tetapi roh Mesir tetap mengikuti mereka terus. Mereka tidak percaya kepada janji Tuhan sehingga hanya 2 orang yang sampai ke tanah Kanaan. Sodom dan Gomora juga dihancurkan tetapi Tuhan menarik keluar keluarga Lot yang berjumlah 4 orang. Istri Lot keluar dari Sodom tetapi hatinya tidak. Allah mengatakan supaya jangan menyimpang ke kiri dan ke kanan juga jangan menoleh ke belakang, tetapi dia melakukannya sehingga menjadi tiang garam.
Gereja di akhir zaman berbicara tentang kita. Gereja sangat terkait erat dengan integritas. Bangsa Israel tidak semuanya masuk ke tanah Kanaan karena masalah integritas mereka.
Amsal 28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.
Integritas dan kejujuran dibutuhkan oleh semua manusia. Kita tidak mau dibohongi, semua orang senang dengan kejujuran. Kejujuran pada zaman ini adalah sesuatu yang langka. Bagaimanakah pelayanan dan pengiringan kita kepada Tuhan, apakah sudah jujur atau belum?
Dalam ayat ini kita melihat suatu kebenaran bahwa di hadapan Tuhan tidak ada dosa yang dibiarkan, tidak ada dosa yang tersembunyi dan tidak mungkin ketidakjujuran itu tidak diketahui oleh Tuhan. Dalam Alkitab kita melihat bahwa Allah membuka dan menyingkapkan secara gamblang semua yang tersembunyi.
Marilah kita membangun integritas untuk mengalami sesuatu yang lebih baik dalam hidup, pekerjaan, pelayanan, keluarga. Tidak ada pilihan lain yang lebih baik selain membangun integritas diri kita setiap hari.
Integritas adalah memiliki kepribadian yang sama baik di dalam hati maupun di luarnya. Tidak ada kemunafikan dan tidak bersandiwara. Orang yang memiliki integritas dapat dilihat dari apa yang dia katakan dan lakukan. Orang yang berintegritas selalu mengedepankan kebenaran. Banyak orang yang tidak suka ketika kita mempertahankan kebenaran. Bahkan ketika kita melakukan kebenaran atau Firman Tuhan, orang akan mencap kita sebagai orang gila. Contohnya, ketika Nuh disuruh Tuhan untuk membangun bahtera di atas gunung bukan di tepi sungai atau laut, karena memiliki integritas maka apa yang dia dengar dari Tuhan itu yang dilakukan. Dia kerjakan selam 120 tahun dengan setia tanpa mengurangi sedikitpun perintah Tuhan.
Integritas itu selalu mengedepankan kebenaran. Ketika kita melakukan kebenaran maka Tuhan ada dipihak kita, tetapi kalau kita tidak melakukan kebenaran atau melanggar kebenaran, bahkan mulai menyembunyikan dan menyimpannya maka kita tidak akan memiliki kemuliaan Allah karena tidak mempunyai integritas, kejujuran, kesetiaan dan ketaatan.
Ada beberapa contoh tokoh Alkitab.
1. Saul. Permulaan hidupnya baik. Dia adalah orang yang diurapi, seorang laskar yang hebat, pemimpin yang unggul dan rendah hati. Ketika memiliki integritas dia adalah orang yang luar biasa. Tetapi dia memiliki dosa yang tersembunyi. Ternyata dia memiliki roh independen, artinya roh yang tidak bisa diatur. Ketika dia disuruh nabi untuk pergi kepada bangsa Amalek dan menumpas raja serta rakyat, juga kambing domba tidak boleh dibawa. Tetapi sebaliknya dia membawa kambing dombanya, juga raja Amalek dibiarkan hidup. Roh independen ini kelihatannya sepele, sepertinya tidak menyala, tetapi di mata Allah itu sama dengan ketidaktaatan.
1 Samuel 15:22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. Tuhan memang senang dengan korban kita tetapi Dia lebih senang dengan sikap dengar-dengaran kita. Apa akibat ketidaktaatan Saul? Kerajaannya diambil, dia tidak setia kepada Tuhan dan pergi kepada dukun, akhir hidupnya tragis yaitu bunuh diri. Oleh karena itu orang yang menyembunyikan dosa tidak akan pernah beruntung.
2. Daud. Dia adalah seorang prajurit yang hebat, pemimpin musik, dia membangun kemah untuk tabut Allah. Tetapi Daud menyembunyikan suatu dosa dalam dirinya yaitu hawa nafsu, keinginan daging atau tidak bisa menguasai kedagingannya. Dia berzinah, membunuh, menyembunyikan dosa sehingga mendatangkan celaka bagi keluarganya. Akhir hidupnya pahit karena anaknya Absalom menantang dia. Oleh karena itu, kalau ada dosa yang disimpan akan berakibat kepada keturunan. Termasuk kepada Salomo, dia menyimpan kesombongan, ketamakan, percaya kepada diri sendiri. Di awalnya dia seorang yang diurapi Allah, membangun bait Allah, seorang pendoa, raja terkaya, seorang penyair dan penuis lagu yang hebat. Allah menentang orang yang sombong dan menyayangi orang yang rendah hati. Akibatnya, Salomo berpaling kepada berhala, kerajaannya diambil dan berusaha membunuh Yerobeam, kerajaan Israel pecah menjadi 2, di utara dan selatan.
3. Simson. Awalnya dia dipersembahkan kepada Tuhan. Seorang prajurit yang hebat dan kuat, beriman kepada Tuhan, tetapi dia menyimpan dosa hawa nafsu, gampang ditipu dan dipengaruhi kepada hal-hal yang tidak baik. Dia tidak memiliki prinsip dan pendirian yang teguh, akhirnya dia tertipu dengan seorang wanita pelacur, rambut kepalanya dicukur, menjadi buta, ditinggalkan Tuhan, urapannya hilang. Kita harus berjuang untuk supaya disayangi Tuhan, pertahankan hidup jujur dan berkenan kepada Dia.
4. Gideon. Permulaannya baik, dipilih dan dikunjungi malaikat, benci berhala dan menghancurkan penyembahan berhala, pelepas orang Israel, memiliki iman tetapi apa yang dia simpan yaitu haus kekuasaan. Dia melakukan suatu pekerjaan yang seharusnya tidak dilakukan. Dia hancur, ditolak Tuhan, membuat berhala, membuat Israel berdosa dan menjadi batu sandungan.
5. Lucifer. Permulaannya baik, dalam kitab Yesaya 14 dia penuh dengan keindahan dan sempurna. Dia juga adalah kerub yang diurapi dan pemimpin puji-pujian di sorga, tetapi dia sombong dan memiliki ambisi kekuasaan, percaya kepada diri sendiri. Dia menjadi si ular tua, Iblis, roh yang jahat dan dibuang ke dalam maut, dialah yang menghancurkan gereja. Puncaknya adalah masa antikris. Siapa antikris? Merekalah orang-orang yang tidak punya integritas, menyembunyikan sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan dan tidak pernah diselesaikan.
Ada orang yang memiliki integritas yang luar biasa, dialah Daniel. Dia mengalami pembuangan tetapi dia tidak mau mencemarkan dirinya. Daniel tidak berubah karena punya prinsip. Ketika dilarang berdoa, dia tetap berdoa. Akhirnya dia menjadi orang yang luar biasa, walaupun dalam mempertahankan kebenaran ada konsekuensinya yaitu dibuang ke gua singa. Dia tidak takut karena ada pertolongan dan pembelaan Tuhan, sehingga raja Darius mengatakan bahwa Allah yang disembah Daniel adalah Allah yang luar biasa. Dia dipromosikan dan diangkat menjadi pejabat walaupun berstatus sebagai orang buangan.
Dalam Lukas 21:25, dikatakan bahwa menjelang kedatangan Yesus kedua kali akan datang masa yang sulit. Manusia akan cemas dan takut, banyak yang mengalami stres dan mati. Tetapi Yesus berkata: Aku datang dengan kekuasaan dan kemuliaan. Ayat 28 ...bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat. Kalau kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan melakukan firman, setia kepada-Nya maka tidak ada yang akan kita takuti hari-hari ini. Bersama Tuhan kita lakukan perkara yang besar. Puji Tuhan!

Ringkasan Khotbah Pdt. Samuel Ghozali, Minggu, 26 Maret 2017 (Ibadah Raya II)