|
Sejarah Singkat Jemaat GPdI Maranatha Jalan S. Parman 63 Medan Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan
(sekarang Jln. S. Parman) Medan pada akhir tahun 1957, setelah sebelumnya
beberapa tahun mengadakan ibadah di Gang Saudara, Jalan Malaka Medan. Pdt. A.W. Wakkary (alm), ayahanda Pdt. M.D. Wakkary, yang menjadi Gembala
Sidang. Jemaat tersebut bertumbuh pesat, namun Agustus 1971 Pdt. A.W. Wakkary
pulang ke rumah Bapa Surgawi, dan pelayanan penggembalaan dilakukan oleh Ibu
Pdt. R.N. Wakkary-Sorongan, istri almarhum Pdt. A.W. Wakkary. Pada zaman penggembalaan Ibu Pdt. R.N. Wakkary, jumlah anggota jemaat bertambah
sehingga gedung ibadah direnovasi menjadi sebuah gedung gereja dengan kapasitas
500 kursi. Pada tahun 1981 Pdt. Ibu R.N. Wakkary, dengan alasan kesehatan, mengestafetkan
penggembalaan Jemaat Jalan Padang Bulan, yang berubah nama jalannya menjadi
Jalan Patrice Lumumba, lalu berubah lagi menjadi Jalan Letjend. S. Parman,
kepada putra tertuanya Pdt. M.D. Wakkary, yang pada waktu itu menjabat Wakil
Pemimpin Umum / Pemimpin Redaksi Suratkabar Harian Sinar Indonesia Baru. Pdt.
M.D. Wakkary memang sudah berstatus pendeta muda di sinode Gereja Pantekosta di
Indonesia (GPdI) karena mengenyam pendidikan teologi di Sekolah Alkitab Batu,
Jawa Timur. Pada masa pelayanan Pdt. M.D. Wakkary, jemaat ini berkembang pesat, sehingga
pada tahun 1988 dimulai pembangunan gedung baru. Tahun 1991, Jemaat GPdI Jalan
S. Parman ini mendapat nama baru “Jemaat GPdI Maranatha”. Setelah melalui beberapa tahap pembangunan gedung Gereja Pantekosta di
Indonesia (GPdI) Maranatha, yang berlantai tiga, ditahbiskan penggunaannya oleh
Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama RI, yaitu pada bulan September 1993.
Kapasitas Gedung GPdI Maranatha Lantai I sekitar 400 kursi, dan di ruang utama
yaitu Lt II dan III berjumlah 1.500 kursi. Aktivitas Pelayanan GPdI Maranatha Dewasa ini jemaat GPdI Maranatha proaktif dalam Ibadah dan pelayanan. Jemaat
ini memiliki sedikitnya 13 wadah pelayanan, yaitu : 1. Wadah Pelayanan
Anak-anak dengan 21 tempat ibadah sekolah minggu, 2. Wadah Pelayanan Remaja
dengan 10 tempat ibadah, 3. Pelayanan Pemuda, 4. Pelayanan Wanita, 5. Pelayanan
Pria, 6. Pelayanan Kaum Profesi dan Usahawan, 7. Pelayanan Keluarga Muda, 8.
Pelayanan Anak Jalanan, 9. Pelayanan Kaum Tunawisma dan Pemulung, 10. Pelayanan
Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan di 9 LP / Rutan, 11. Pelayanan Pendoa
Syafaat, 12. Pelayanan Maranatha Music, 13. Pelayanan Wanita Janda, dll. Jemaat GPdI Maranatha juga memiliki 89 Jemaat Sel di berbagai kecamatan dan
kelurahan di kota Medan. Dengan keanggotaan sekitar 3000 orang dewasa dan 1100 anak-anak Jemaat GPdI
Maranatha memiliki ± 30 pengerja gereja yang full-time. Ibadah Raya Minggu Kegiatan paling utama ialah Ibadah Raya Minggu. Setiap hari Minggu diadakan 4
Ibadah Raya : 1. Pkl. 07.00, 2. Pkl. 10.00, 3. Pkl. 13.00 dan ke-4 Pkl. 19.00
wib. Ibadah ke-1 dan 2, disiarkan langsung ke para pendengar masyarakat umum oleh Radio
Kosa FM. Untuk mengefektifkan Ibadah Raya Minggu dan Ibadah di Jemaat Sel (Jemsel),
dilakukan pelatihan Worship Team setiap Hari Jumat. Mulai Februari, Ibadah Raya 2008 juga diadakan setiap hari Kamis malam. Ibadah Doa Puasa Jemaat GPdI Maranatha setiap hari Jumat melaksanakan Ibadah Doa Puasa di Ruang
Doa. Para Pengerja / Pelayan melaksanakan Ibadah Doa Puasa setiap hari Rabu, Sabtu
dan Doa semalaman suntuk setiap hari Rabu malam. Pelayanan Pendoa Syafaat mengadakan doa bersama setiap Senin dan Rabu. Wanita Janda “Hana” mengadakan ibadah doa setiap minggu pertama setiap bulan. Jemsel-jemsel juga memiliki ibadah doa masing-masing. Penginjilan Melalui wadah Pelayanan Pria dan Profesional setiap bulan diadakan penginjilan
ke luar kota melalui tim penginjilan bersama.
|
Comment by GUEST on 2009-09-06 20:10:11 gpdi maranatha yang dibekati oleh tuhan yesus | Comment by GUEST on 2009-09-13 20:17:10 mslh yg qkt hadapi untk mencoba iman qkt | Comment by GUEST on 2009-12-16 14:20:47 Syaloom..Puji Tuhan, kita bangga punya Tuhan Yesus yg hidup,bahwa suaraNya selalu berseru seru kepada kita supaya kita bekerja keras untuk menuai padi yang sudah menguning. marilah kita tuai sesuai dgn talenta kita. mari kita jadi Martir untuk memberitakan injil sampai kepelosok pelosok bumi. Kususnya didaerah kaum kedar.. GPdI member Berjuang terus untuk kemuliaan Tuhan GBU ET |
|