|
KISAH PARA RASUL 10:1-4 Kisah Para Rasul pasal 10 mengisahkan tentang Kornelius, seorang perwira pasukan Italia. Kornelius adalah orang Romawi atau non-Yahudi tetapi hidupnya berkenan di hadapan Tuhan. Dalam ayat 2 kita membaca tentang sikap hidup Kornelius, sehingga ia begitu istimewa di hadapan Tuhan : 1. Saleh. Arti kata saleh adalah suka berbuat baik tanpa pamrih. Banyak orang berbuat baik tetapi belum tentu niatnya tulus. Ada yang berbuat baik supaya dipuji orang, supaya dilihat orang, supaya mendapat kedudukan atau jabatan, yang ujung-ujungnya adalah untuk kepentingan diri sendiri. Tetapi Kornelius dengan tulus hati berbuat baik kepada semua orang khususnya kepada orang Yahudi. Dalam ayat 22 kita lihat bahwa pegawai Kornelius pun mengaku bahwa majikannya adalah seorang yang tulus hati, takut akan Tuhan dan terkenal baik. Kehidupan Kornelius menjadi teladan bagi orang lain termasuk bagi bawahannya (ayat 7).
2. Seisi rumahnya takut akan Allah. Kornelius berhasil membawa keluarganya bahkan seisi rumahnya takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan artinya menghormati Tuhan. Kunci keberhasilan setiap orang percaya adalah apabila tahu menghormati Tuhan. Menghormati Tuhan dalam hal ibadah, dalam hal memberi, dalam hal berdoa, dalam hal persepuluhan, dll. Saya selalu anjurkan supaya orang tua membiasakan anak-anak untuk tidak lalu-lalang dalam ibadah. Sebab dalam ibadah ada hadirat Tuhan. Kita harus mendidik anak-anak untuk menghormati hadirat Tuhan. Kita juga harus menghormati Tuhan dengan persembahan kita. Berilah persembahan yang terbaik kepada Tuhan. Kornelius ternyata bukan hanya menghormati Tuhan, tetapi juga menghormati hambanya. Baca Kisah 10:25 Kornelius tersungkur menyambut Petrus. Pengaruh seorang ayah dalam keluarga sangat besar sekali, khususnya dalam membawa keluarga itu takut akan Tuhan.
3. Memberi banyak sedekah. Pemberian sedekah biasanya sedikit. Tetapi sedekah Kornelius banyak sekali. Sedekah artinya pemberian yang tidak mengharapkan imbalan. Memberi kepada Tuhan harus dengan tulus, bukan menanti-nantikan supaya Tuhan balas. Jangan pernah memberi kepada pekerjaan Tuhan supaya mendapat balasan atau sesuatu hal. Natal Jemaat kita membutuhkan biaya yang besar. Tetapi marilah kita memberi dengan sukacita, sebab Tuhan telah memberkati kita.
4. Senantiasa berdoa. Kornelius berdoa bukan hanya pada waktu tertentu. Tetapi senantiasa atau dalam segala situasi dan keadaan. Saat senang atau susah, sehat atau sakit, kaya atau miskin bahkan dalam keadaan kurang atau berkelimpahan kita harus tetap berdoa kepada Tuhan. Kita tidak boleh berhenti berdoa. Seringkali kita berdoa hanya pada waktu butuh saja. Dan seringkali kita berdoa hanya untuk kepentingan diri kita sendiri. Hati-hati, orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri sama dengan Lucifer, yang semua-semuanya hanya untuk kemegahan dirinya sendiri. Berdoalah sampai sesuatu terjadi dalam kehidupanmu. Dan jangan lupa doakan juga keselamatan orang lain.
Apa respons Allah terhadap sikap Kornelius yang luar biasa ini ? Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!" Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau. (Kisah 10:3-4)
Secara khusus Tuhan melawat Kornelius. Kornelius bertemu muka dengan malaikat Tuhan. Tuhan langsung memberitahukan bahwa semua doa dan pemberiannya telah naik di hadirat Tuhan. Ini sebuah pengalaman rohani yang luar biasa. Seringkali kita bertanya-tanya, apakah doa dan pemberian kita naik di hadapan Allah? Sikap hidup Kornelius menyentuh hati Allah sehingga semua doa dan permohonannya sampai di hadapan Tuhan. Seorang non-Yahudi berkenan dan menerima anugerah dari Tuhan.
Saya percaya ketika sikap hidup kita sesuai dengan kehendak Tuhan, maka doa-doa dan persembahan kita mampu menembus hadirat Tuhan. Hidup saleh, takut akan Tuhan, tahu memberi kepada pekerjaan Tuhan serta rajin berdoa menjadi sikap yang dikehendaki Allah. Tuhan Yesus memberkati! |