header image
Home arrow 2010 arrow Kemana Kita Pergi ?
Kemana Kita Pergi ? PDF Print E-mail
Written by Pdt. M.D. Wakkary   

Kejadian 16:7-8.

“Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku."
Hagar adalah budak Sarai, istri Abram. Waktu itu nama Sarai belum diganti menjadi Sarah, dan nama Abraham masih Abram. Karena Sarai mandul, ia mengijinkan Abram untuk mengambil Hagar menjadi gundiknya. Tetapi ketika Hagar mengandung, terjadi konflik antara Sarai dan Hagar hambanya. Sarai merasa tersaingi sedangkan Hagar besar kepala karena akan memberikan anak kepada tuannya. Maka Sarai, yang adalah majikan,  menindas Hagar. Akhirnya Hagar tidak tahan dan memutuskan lari meninggalkan Sarai. 

Kenapa secara khusus malaikat Tuhan turun kepada Hagar. Sebab sejak dahulu Allah mempunyai rencana yang besar terhadap Sarai tetapi juga Hagar. Keturunan Hagar dari Abraham yaitu Ismael, sekarang mempunyai jumlah yang sangat besar. Bahkan di Indonesia, kita tinggal di tengah-tengah “keturunan Ismael”. Jadi ada rencana Tuhan bagi Hagar dan keturunannya, ya keturunan Abraham juga.

Kepada Hagar, malaikat Tuhan bertanya : dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu? Kalau ayat ini kita gunakan sebagai acuan bagi kita di awal tahun ini, tentu jawabannya, kita datang dari tahun 2009. Namun apa yang sudah kita lakukan sepanjang tahun 2009? Apakah di tahun lalu kita setia beribadah, rajin berdoa, aktif dalam pelayanan, dlsb. Mungkin kita bisa menjawabnya walau tidak jujur. Tetapi kenyataannya, secara jujur, di tahun 2009 kita tidak terlepas dari kesalahan, kekurangan bahkan mungkin kegagalan. Dalam Yeremia 7:3-5, “Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini. Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN, melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing”. Sekarang Tuhan berkata betulkan jalan-jalanmu. Jangan terbuai dengan perkataan ini bait Tuhan. Firman Tuhan  ini disampaikan Yeremia kepada orang Yahudi yang tinggal di Yerusalem. Di Yerusalem ada Bait Suci. Kalau ada yang berdosa, cukup bawa domba atau merpati ke bait Allah, lalu binatang itu disembelih maka dosanya sudah diampuni. Sehingga orang Yehuda yang tinggal di Yerusalem merasa bahwa cukup mempersembahkan korban bakaran saja maka semua dosa diampuni. Tetapi dengan tegas firman Tuhan berkata perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu. Tidak cukup hanya beribadah, berjemsel, dlsb, tetapi sangat perlu sekali untuk memperbaiki perbuatan. Setelah itu Tuhan mau diam di tengah-tengah kita. Beribadah itu baik, berkorban baik, tetapi akan menjadi tidak berguna kalau kita tidak memperbaiki langkah kita. Masa lalu kita yang salah perlu kita perbaiki, agar Tuhan diam di tengah kita.

Ternyata pertanyaannya bukan hanya darimana engkau datang, tetapi ke manakah engkau pergi? Hagar tidak bisa menjawab pertanyaan kedua ini.  Orang yang percaya harus selalu tahu tujuannya ; mengapa kita masuk gereja, mengapa harus dengar dan lakukan Firman Tuhan, mengapa harus banyak berdoa, dsb. Tahukah anda ke mana tahun 2010 ini? Bisakah anda membuat capaian tahun 2010. Apa yang hendak Anda raih di tahun ini ?

1 Korintus 9:26 “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.”  Berlari artinya mengerahkan segenap kekuatan. Bukan petinju yang sembarangan saja memukul (bukan meninju angin = Terj. Lama). Di tahun 2010 kita musti punya goal. Dalam hidup kita harus ada goal-goal yang hendak kita capai. Tetapi goal yang bagaimana yang harus kita capai ? Filipi 3:13-14 “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Kita mau mencapai yang ada di depan. Jangan tangisi atau sesali kegagalan di tahun lalu. Yang sudah berhasil capai yang lebih tinggi lagi. Yang belum berhasil tahun lalu ini waktunya bagi kita untuk menerima keberhasilan. Dan tujuan utama kita adalah panggilan Allah di dalam Kristus Yesus. Kita semua punya panggilan Tuhan. Tuhan berikan talenta untuk memenuhi panggilanNya. Dan kita semua harus berlari-lari untuk mencapai goalnya Tuhan. Goal jemaat kita tahun 2010 ini adalah “Beritakan Sukacita Keselamatan Kepada Semua Orang”. Saya berharap semua jemaat GPdI Maranatha bergairah tahun 2010. Kalau Tuhan beserta dengan kita, diam di tengah kita, maka kita tidak takut lagi menghadapi tahun 2010 ini. Karena itu kita harus selalu melayani, bersaksi, berbuat sesuatu untuk Yesus. Mari di tahun 2010 ini kita kerahkan segala kemampuan kita supaya Nama Tuhan dimuliakan dan jiwa-jiwa diselamatkan untuk KerajaanNya. Tuhan memberkati.

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Ibadah Raya Tahun Baru, Jumat 1 Januari 2010 (Ibadah II)

 

Last Updated ( Feb 04, 2010 at 01:00 PM )