|
Markus
14:3-9 Peristiwa
Yesus diurapi oleh wanita dengan minyak wangi yang mahal ditulis dalam empat
Injil. Ternyata peristiwa ini terjadi tiga kali dan dilakukan oleh tiga wanita,
di tempat dan rumah yang berbeda. Namun model persembahan mereka sama yaitu
minyak wangi dalam buli-buli atau botol pualam yang mahal harganya. Pualam
adalah batu marmer. Nilai minyak wangi itu dapat diukur yaitu 300 dinar lebih.
Zaman itu, satu dinar adalah upah satu hari kerja. Berarti harga minyak wangi
itu adalah upah seorang pekerja selama sekitar satu tahun.
Tiga peristiwa Yesus diurapi dengan minyak wangi oleh tiga wanita, adalah sebagai berikut :
1. Dua hari sebelum Paskah (masa akhir pelayanan Yesus), di rumah Simon, si kusta. Matius 26:6-13, Markus 14:3-9
Simon sebelumnya menderita penyakit kusta tetapi disembuhkan Yesus. Kemudian Simon mengadakan jamuan makan untuk Yesus. Di tengah perjamuan itu, seorang perempuan yang namanya tidak disebutkan, membawa minyak wangi dalam botol pualam. Perempuan ini tidak membuka tutup botolnya, tetapi memecahkan leher buli-bulinya, sehingga seluruh isinya tertumpah, dan rumah Simon berubah menjadi harum. Minyak wangi ditumpahkan di kaki dan di kepala Yesus.
2. Di masa awal pelayanan Yesus, di rumah seorang Farisi. Lukas 7:36-50 Masa pelayanan Yesus di bumi ini singkat sekali, hanya 3 ½ tahun. Tetapi di awal pelayananNya, seorang perempuan yang tidak disebutkan namanya datang mengurapi Yesus dengan minyak wangi yang mahal.
3. Enam hari sebelum Paskah (sebelum Yesus disalib), di Betania, di rumah Lazarus. Yohanes 12:1-8 Peristiwa ini terjadi di Betania, di rumah Lazarus. Maria, saudara Lazarus mengambil minyak narwastu lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya.
Setiap hal-hal yang prinsip dalam Alkitab selalu mempunyai dua atau tiga bukti / saksi. Berarti peristiwa Yesus diurapi dengan minyak yang terjadi sampai tiga kali dan dilakukan oleh tiga orang wanita yang berbeda, bernilai sangat penting dan mempunyai makna rohani yang luar biasa.
Ayat pokok khotbah ini adalah Markus 14 ayat 8 - “Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya”
· Tuhan tidak meminta lebih dari kemampuan kita. Amsal 3:27, 2 Korintus 8:12
Saya pernah berkhotbah tentang orang-orang yang diberikan talenta oleh Tuhan. Ada yang mendapat lima talenta, ada yang dua dan ada yang satu talenta. Setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Tetapi sebenarnya satu talenta saja sudah besar. Talenta adalah ukuran berat yang tertinggi untuk mata uang orang Yahudi. Menurut Yesus, perempuan itu melakukan apa yang dapat dilakukannya. Ia mempersembahkan minyak wangi seharga 300 dinar lebih. Pertanyaannya, apakah Anda sudah melakukan apa yang dapat (mampu) Anda lakukan untuk Tuhan? Kita tidak diminta melakukan untuk Tuhan sesuatu di luar kemampuan kita, melainkan menurut kesanggupan yang kita miliki. Misalnya, kalau Anda hanya bisa menyanyi untuk Tuhan, persembahkanlah talenta itu untuk Tuhan. Kalau anda cuma punya sepuluh ribu rupiah, dan memberikan untuk Tuhan lima ribu rupiah, jangan berkecil hati, itulah batas kesanggupan anda. Tuhan tidak meminta lebih dan yang tidak ada pada kita. Tetapi kalau anda mempunyai satu juta rupiah dan memberi kepada Tuhan lima puluh ribu, Anda merasa jumlah itu sudah besar, tetapi Tuhan tau anda dapat melakukan lebih banyak dari itu.
· Kesempatan itu terbatas. Markus 14:7, Yohanes 12:8, Amsal 3:28
Waktu perempuan itu mencurahkan minyak wangi yang mahal harganya, beberapa orang memarahi perempuan itu. Mereka berpikir bahwa lebih baik minyak itu dijual dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin. Tetapi Yesus berkata : “Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. “ (Markus 14:7). Artinya kesempatan untuk memberkati Yesus terbatas. Selama bumi ini ada, orang miskin tetap ada. Tetapi masa pelayanan Yesus di dunia hanya 3½ tahun. Berbuat untuk Tuhan hanya singkat, sebab kesempatan untuk hidup untuk melayani bukan hak kita, tetapi otoritas Tuhan. Waktu untuk Tuhan itu terbatas. Karena itu jangan pernah menunda-nunda kepada Tuhan dengan berkata besok saja, nanti saja kalau sudah pensiun, nanti kalau sudah dapat pekerjaan, nanti saja kalau sudah sangat kaya, dlsb. Bukan anda yang menentukan waktu, tetapi Tuhan. Waktu yang Tuhan berikan pada kita sangat berharga. Hargai waktu beribadah serta kesempatan berkorban untuk Tuhan.
· Bukan pemborosan, tetapi kasih dan korban, penyembahan dan syukuran. Markus 14:6, Lukas 7:41.
Banyak orang berkata bahwa wanita itu telah melakukan pemborosan 300 dinar. Tetapi Yesus menyatakan itu bukan pemborosan tetapi pernyataan kasih. Dia lakukan sebagai bentuk syukuran dan penyembahan kepada Tuhan. Dalam Lukas 7:41 dijelaskan bahwa orang yang sangat diampuni Tuhan akan lebih banyak berterimakasih kepada Tuhan. Kasih itu selalu berakibat kepada korban. Kita belum mengasihi Tuhan kalau kita belum melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk Tuhan. Dalam Yahanes 12:1-8 kita baca, wanita itu menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Rambut wanita adalah kemuliaannya (I Korintus 11:15). Jadi tindakan wanita itu merupakan ekspresi kasih yang luar biasa. Kita bukan saja memuliakan Tuhan dengan suara kita, tetapi harus disusul dengan korban-korban secara fisik. Harus ada korban-korban yang bisa diukur ; berapa rupiah yang anda keluarkan untuk datang ke gereja, berapa jumlah persepuluhan anda minggu ini, berapa kolekte anda setiap kebaktian, dlsb. Bentuk penyembahan syukuran yang menyenangkan hati Tuhan selalu ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan korban yang terukur.
Kapan dan di mana Injil diberitakan di seluruh dunia, peristiwa ini disampaikan. Markus 14:9, Matius 26:13.
Pada waktu Yesus diurapi, Injil belum diberitakan di seluruh dunia, masih hanya di Palestina. Sekarang Injil sedang diberitakan ke seluruh dunia. Dan apa yang dilakukan wanita itu yaitu memberikan minyak wangi yang mahal kepada Yesus akan disampaikan dalam pemberitaan Injil, termasuk pada hari ini. Gereja harus meniru kasih dan persembahan wanita itu yang sangat mulia dan menyenangkan hati Tuhan. Yesus menegaskan persembahan mahal perempuan itu akan selalu dikenang atau diperingati.
Karena itu, kerjakan apa yang anda dapat lakukan untuk Tuhan. Pengkhotbah 9:10 – “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.” Selama kita hidup, kerjakan setiap pekerjaan Tuhan dengan sekuat tenaga. Apabila kita bekerja dan berbuat sesuatu kepada Tuhan menurut kemampuan kita, Tuhan pasti menggenapkan janji-janji berkat-berkatnya bagi kita. Haleluyah!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 24 Januari 2010 (Ibadah Raya II)
|