|
KELUARAN
30:25
“Haruslah
kaubuat semuanya itu menjadi minyak urapan yang kudus, suatu campuran
rempah-rempah yang dicampur dengan cermat seperti buatan seorang tukang campur
rempah-rempah; itulah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus.”
TUHAN
memerintahkan Musa untuk membuat minyak urapan yang kudus. Minyak ini dibuat
dari campuran lima jenis rempah-rempah dengan ukuran yang sudah ditetapkan
Tuhan. Minyak urapan itu dipakai untuk menguduskan kemah sembahyang serta
perabot-perabotnya, juga untuk menguduskan dan mengurapi Imam Besar Harun dan
anak-anaknya. (Kel 30:29-30). Jadi minyak urapan bukan digunakan untuk
menguduskan binatang-binatang, atau perlengkapan perang, atau rumah atau kemah
orang Israel.
Namun
dewasa ini berkembang sebuah pelajaran yang berkata bahwa apapun bisa diurapi
dengan minyak urapan. Bahkan dalam
sebuah KKR di kota Manado, pernah saya saksikan, para pelayan-pelayannya turun
dari altar ke tengah-tengah jemaat, dan dengan minyak urapan mereka mengurapi
segala sesuatu yang mereka temukan, termasuk mobil-mobil jemaat. Ada juga yang
mencurahkan minyak urapan ke got yang tersumbat dengan maksud supaya got itu
lancar kembali. Pelajaran ini sangat keliru dan bertentangan dengan Firman
Tuhan. Ingat, Firman Tuhan tidak boleh ditambah
atau dikurangi. (Wahyu 22:18-19). Firman Tuhan tidak boleh dibelokkan.
Karena
itu kita musti hati-hati terhadap semua pelajaran yang menyimpang dari Firman
Tuhan.
Kita
juga tidak boleh hanya melakukan sebahagian dari Firman Tuhan. Tidak boleh pelajaran
minyak urapan saja yang menonjol, tidak boleh hanya berita tentang mempelai
saja yang menonjol, dlsb. Kita harus melakukan semua Firman Tuhan. Semua kebenaran Firman Tuhan harus
disampaikan, tidak boleh dikurangi dan tidak boleh ditambah. Mungkin firman
Tuhan itu sepertinya ringan atau berat, tetapi kalau itu adalah Kebenaran maka
harus dilakukan. Matius 3:13 – Yesus harus datang kepada Yohanes hanya untuk
menerima baptisan air. Baptisan air adalah kehendak Tuhan yang harus dilakukan
setiap orang percaya. (Baca Matius 7:21-23)
I
Yohanes 5:14-19. Dalam hidup ini kita bisa jatuh dalam dosa. Namun ketika kita
mohon ampun, maka dengan kasihnya yang besar Tuhan mengampuni dosa kita. Tetapi
ada saatnya Tuhan tidak mau mengampuni kita, yaitu apabila kita melawan atau
memberontak kepada kehendak Tuhan.
Dalam
Perjanjian Baru kita tidak menemukan lagi istilah 'minyak urapan'. Namun firman
Tuhan berkata bahwa kalau ada yang sakit
maka penatua mengoleskan minyak. Yakobus 5:13. Minyak ini bukanlah minyak
urapan di Keluaran 30, tetapi minyak untuk kesembuhan orang sakit.
Sebenarnya
orang-orang menggunakan minyak urapan karena mereka mengharapkan kuasa ajaib.
Tetapi urapan yang terbesar adalah urapan Roh Kudus. I Yohanes 2:27, 3:24. Roh
Kudus berkuasa melepaskan kita dari ikatan dosa, kutuk, segala jenis penyakit,
dlsb. Karena itu rindukanlah Roh Kudus, Sumber Kuasa bagi gereja Tuhan.
Karena
itu kita jangan bisa dibawa oleh segala macam pengajaran yang kelihatannya
hebat tetapi tidak sesuai Firman Tuhan. Iblis juga bisa membuat mujizat,
dukun-dukun bisa mengadakan tanda heran. Kita musti terus belajar, supaya
segala mujizat yang kita terima sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
Pengetahuan kita akan Firman Tuhan harus bertambah dan bertumbuh. Firman Tuhan
yang benar menjadi fondasi yang kuat anak Tuhan. Firman Tuhan yang benar
mendatangkan iman dan iman menghasilkan mujizat. Haleluyah.
Ringkasan
Khotbah Pdt. V. Mamahani (Manado), Minggu 27 Juni 2010 (Ibadah Raya II) |