|
I Timotius 3:15
“Kita
harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni
jemaat dari Allah, tiang penopang
dan dasar kebenaran.....”
Paulus
mengungkapkan kebenaran bahwa kita sebagai jemaat Tuhan (ekklesia) yaitu sidang jemaat, gereja, pertemuan, harus hidup
sebagai keluarganya Tuhan.
Dalam
bahasa Yunani, kata keluarga = ‘oikos’ = rumah, rumah-tangga. Gereja/jemaat Tuhan
bukanlah klub, bukan juga organisasi, tetapi lebih dari itu yaitu keluarganya
Allah. Efesus 2:19. Jemaat adalah anggota-anggota keluarga Allah.
Alkitab
banyak mencatat tentang keluarga. Sebab memang keluarga adalah lembaga yang
dibangun oleh Tuhan. Kelarga bukan didirikan oleh manusia, bukan oleh negara,
bukan oleh undang-undang atau adat istiadat manusia. Keluarga didirikan oleh
Tuhan. Pertama-tama keluarga terdiri dari suami dan istri. Suami istri
dibangun/didirikan/diciptakan oleh Tuhan yaitu Adam dan Hawa. Karena itu suami
istri yang benar adalah perempuan dan laki-laki atau pria dan wanita. Sekarang
ada beberapa beberapa negara mengijinkan pernikahan pria dan laki-laki dan wanita
dan perempuan. Ini tidak benar, sebab lembaga keluarga itu selalu suami itu
laki-laki dan istri perempuan. Juga Tuhan menciptakan satu Adam dan satu Hawa. Bukan
satu Adam dan empat Hawa. Di dunia sekarang ada suami beristrikan lima wanita. Sebaliknya
ada istri yang kawin lagi karena tidak kerasan lagi sama suaminya. Keluarga
adalah lembaganya Tuhan, maka yang paling membenci keluarga adalah Iblis. Iblis
selalu berusaha menghancurkan lembaga rumah tangga,menceraikan keluarga.
Keluarga
adalah contoh dari jemaat Tuhan sebab kita adalah keluarga Allah. Kita adalah
anak-anak Tuhan dan Tuhan Bapa kita. Jadi, kehidupan jemaat yang benar dan
bertumbuh dan memenuhi standar Firman Tuhan adalah jemaat yang berfungsi
sebagai keluarga Allah.
Ada
dua hal yang sangat esensial dalam keluarga :
1. Hubungan (relationship). Efesus
5:22-33, Efesus 6:1-9, Kolose 3:18-25
Dalam keluarga kita dapati hubungan antara
suami istri. Kemudian hubungan orangtua dengan anak-anak. Yang ketiga adalah
hubungan tuan dan majikan. Para pembantu, pegawai, pekerja yang diam dalam
rumah kita disebut keluarga. Waktu Kornelius bertobat, ia membawa semua
keluarganya, termasuk orang-orang yang bekerja di rumahnya. Setiap keluarga di Indonesia
harus punya kartu keluarga. Dalam kartu keluarga ditulis semua orang yang
tinggal di rumah kita.
Yang paling berperan penting dalam keluarga
adalah suami istri. Alkitab memberikan aturan yang sangat rinci tentang suami
istri. Kolose 3:18-25. Efesus 6:1-9. Istri harus tunduk dan menghormati suami.
Suami harus mengasihi istri. Sekarang adalah zaman kesetaraan gender. Tetapi rumah
tangga, suami adalah kepala istri. Jabatan istri bisa direktur di pekerjaannya,
tetapi kalau di rumah suamilah yang menjadi ‘direktur’. Tetapi jangan lupa,
suami-suami harus mengasihi istri bahwa harus berani menyerahkan hidupnya untuk
istrinya. Perintah untuk mengasihi istri adalah perintah yang sangat penting. (Efesus
5:25,28,33). Suami harus mengasihi istri seperti Tuhan mengasihi kita. Tuhan
mengasihi kita setiap hari. Suami harus mengasihi istri dan istri tunduk kepada
suami. Ini tidak boleh lupa karena ini ketentuan firman Tuhan. Keluarga-keluarga menjadi gambaran jemaat
Tuhan. Keluarga kita akan menjadi contoh kerohanian kita. Kalau di keluarga
tidak beres, bagaimana dalam berjemaat.
Anak-anak harus mentaati orang tua dalam segala hal. Efesus
6:1-9. Ini adalah satu perintah yang penting. Karena itu suami istri harus
menjadi contoh bagi anak-anak.
Efesus 6:4. Seringkali dalam rumah tangga,
urusan anak-anak dilimpahkan suami
kepada istri. Tetapi sebenarnya sentral kepemimpinan keluarga ada pada Bapak. Bapak
harus punya otoritas mendisiplinkan keluarga dengan mendidik mereka dalam
ajaran dan nasihat Tuhan. Sebab itu jangan bosan membawa anakmu di kebaktian, di
ibadah sekolah minggu. Pendidikan rohani anak dari usia dini begitu amat
penting.
Dalam unsur hubungan ini kita harus memperbanyak
hal-hal rohani. Hamba-hamba Tuhan juga dituntut tentang hal ini. I Timotius
3:1-4. Saya prihatin melihat para pendeta menjadi anggota tim sukses dari partai
politik atau calon kepala daerah. Penilik jemaat atau Gembala sidang adalah
pekerjaan yang mulia. Jadi, kalau ada hamba Tuhan ikut mencalonkan diri menjadi
calon DPR atau DPRD, sebenarnya dia telah merendahkan jabatan Gembala yang adalah
jawatan dari Tuhan. Perkawinan juga
merupakan standard yang penting dari seorang hamba Tuhan. Kalau keluarga hamba
Tuhan tidak benar, bagaimana jemaat menjadi anak Tuhan yang benar.
2. SATU
dan SEMUA DALAM KRISTUS. Galatia 3:26-29. Kolose 3:10-12.
Jemaat Tuhan adalah satu walaupun kita
beda-beda. Dalam tubuh Kristus kita semua satu, tidak ada lagi pandangan
kesukuan, kebangsaan, perkauman yang sempit. Alkitab mengakui adanya suku,
kaum, dan bahasa yang berbeda-beda, tetapi seluruh anak Tuhan yang banyak dan
berbeda-beda itu satu dalam Kristus. Di dalam Tuhan semua sama, tidak ada yang
lebih. Disinilah berlaku hukum keluarga.
Jemaat adalah satu tubuh Kristus. I Korintus
12:13. Dari bangsa, bahasa, dan suku yang berbeda, turunan yang berbeda,
profesi yang berbeda, kita tetap satu tubuh. Inilah kekuatan keluarga Allah. Ini
adalah inti dari jemaat Tuhan.
Kehidupan
kita sebagai keluarga, yang diam bersama, punya dampak yang luar biasa. Mazmur
133:1-3. Arti ‘diam bersama’ berbicara tentang keluarga, satu rumah, satu jemaat.
Ke atas keluarga-keluarga yang hidup rukun, hidup sesuai firman Tuhan, ke sana
Tuhan perintahkan berkat. Kalau kita hidup sesuai firman Tuhan ada janji Tuhan yan luar biasa ; Tuhan
perintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. Berkat Tuhan bukan hanya
untuk sepuluh atau dua puluh tahun tetapi untuk selama-lamanya, untuk anak cucu
kita kemudian. Kalau anda hidup sesuai firman Tuhan, masa depan kita terjamin.
Satu
bulan lalu saya bersama Klaudia dan Gembala GPdI New York menyaksikan sebuah
pertunjukan teater tentang kisah YUSUF di Lancaster, Amerika. Pertunjukan kolosal itu sangat menarik, luar
biasa para pemain, panggung dan tata lampunya. Tetapi yang paling mengesankan
adalah bagian terakhir dari pertunjukan itu, bagaimana pergumulan Yusuf untuk
menerima saudara-saudaranya yang pernah menyakitinya, pernah memasukkannya ke
sumur bahkan menjualnya kepada saudagar Mesir. Yusuf bergumul tetapi akhirnya
istrinya berhasil membujuk Yusuf lalu menerima semua saudaranya di Mesir. Akhirnya,
seluruh keluarga Yusuf berjumlah sekitar 70 orang dibawa dan tinggal di Mesir. Keluarga
itu menjadi bangsa besar di Mesir yang jumlahnya hampir 3 juta jiwa. Disitu
ditunjukkan betapa pentingnya pemulihan keluarga. Kalau Yusuf tidak mengampuni,
mereka tidak bisa menjadi bangsa besar di Mesir. Yusuf memilih untuk mengampuni
saudaranya dan memulihkan hubungan saudara-saudaranya.
Saya
percaya, gereja akan diberkati luar biasa kalau keluarga-keluarga orang percaya
dapat berfungsi sebagai keluarga Allah. Kalau keluarga anda dipulihkan pasti
terjadi berkat luar biasa. Berdoalah supaya terjadi pemulihan dalam keluarga
anda. Biarlah jemaat ini menjadi keluarganya Tuhan. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah
Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 4 Juli 2010 (Ibadah Raya II) |