header image
Home arrow 2010 arrow JEMAAT = KELUARGA ALLAH
JEMAAT = KELUARGA ALLAH PDF Print E-mail
Written by Pdt. M.D. Wakkary   
Jul 12, 2010 at 02:39 PM

ImageI Timotius 3:15

“Kita harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah, tiang penopang dan dasar kebenaran.....”

Paulus mengungkapkan kebenaran bahwa kita sebagai jemaat Tuhan (ekklesia) yaitu sidang jemaat, gereja, pertemuan, harus hidup sebagai keluarganya Tuhan.

Dalam bahasa Yunani, kata keluarga = ‘oikos’ = rumah, rumah-tangga. Gereja/jemaat Tuhan bukanlah klub, bukan juga organisasi, tetapi lebih dari itu yaitu keluarganya Allah. Efesus 2:19. Jemaat adalah anggota-anggota keluarga Allah.

 

Alkitab banyak mencatat tentang keluarga. Sebab memang keluarga adalah lembaga yang dibangun oleh Tuhan. Kelarga bukan didirikan oleh manusia, bukan oleh negara, bukan oleh undang-undang atau adat istiadat manusia. Keluarga didirikan oleh Tuhan. Pertama-tama keluarga terdiri dari suami dan istri. Suami istri dibangun/didirikan/diciptakan oleh Tuhan yaitu Adam dan Hawa. Karena itu suami istri yang benar adalah perempuan dan laki-laki atau pria dan wanita. Sekarang ada beberapa beberapa negara mengijinkan pernikahan pria dan laki-laki dan wanita dan perempuan. Ini tidak benar, sebab lembaga keluarga itu selalu suami itu laki-laki dan istri perempuan. Juga Tuhan menciptakan satu Adam dan satu Hawa. Bukan satu Adam dan empat Hawa. Di dunia sekarang ada suami beristrikan lima wanita. Sebaliknya ada istri yang kawin lagi karena tidak kerasan lagi sama suaminya. Keluarga adalah lembaganya Tuhan, maka yang paling membenci keluarga adalah Iblis. Iblis selalu berusaha menghancurkan lembaga rumah tangga,menceraikan keluarga.

Keluarga adalah contoh dari jemaat Tuhan sebab kita adalah keluarga Allah. Kita adalah anak-anak Tuhan dan Tuhan Bapa kita. Jadi, kehidupan jemaat yang benar dan bertumbuh dan memenuhi standar Firman Tuhan adalah jemaat yang berfungsi sebagai keluarga Allah.

Ada dua hal yang sangat esensial dalam keluarga :

1.   Hubungan (relationship). Efesus 5:22-33, Efesus 6:1-9, Kolose 3:18-25

Dalam keluarga kita dapati hubungan antara suami istri. Kemudian hubungan orangtua dengan anak-anak. Yang ketiga adalah hubungan tuan dan majikan. Para pembantu, pegawai, pekerja yang diam dalam rumah kita disebut keluarga. Waktu Kornelius bertobat, ia membawa semua keluarganya, termasuk orang-orang yang bekerja di rumahnya. Setiap keluarga di Indonesia harus punya kartu keluarga. Dalam kartu keluarga ditulis semua orang yang tinggal di rumah kita.

Yang paling berperan penting dalam keluarga adalah suami istri. Alkitab memberikan aturan yang sangat rinci tentang suami istri. Kolose 3:18-25. Efesus 6:1-9. Istri harus tunduk dan menghormati suami. Suami harus mengasihi istri. Sekarang adalah zaman kesetaraan gender. Tetapi rumah tangga, suami adalah kepala istri. Jabatan istri bisa direktur di pekerjaannya, tetapi kalau di rumah suamilah yang menjadi ‘direktur’. Tetapi jangan lupa, suami-suami harus mengasihi istri bahwa harus berani menyerahkan hidupnya untuk istrinya. Perintah untuk mengasihi istri adalah perintah yang sangat penting. (Efesus 5:25,28,33). Suami harus mengasihi istri seperti Tuhan mengasihi kita. Tuhan mengasihi kita setiap hari. Suami harus mengasihi istri dan istri tunduk kepada suami. Ini tidak boleh lupa karena ini ketentuan firman Tuhan.  Keluarga-keluarga menjadi gambaran jemaat Tuhan. Keluarga kita akan menjadi contoh kerohanian kita. Kalau di keluarga tidak beres, bagaimana dalam berjemaat.

Anak-anak  harus mentaati orang tua dalam segala hal. Efesus 6:1-9. Ini adalah satu perintah yang penting. Karena itu suami istri harus menjadi contoh bagi anak-anak.

Efesus 6:4. Seringkali dalam rumah tangga, urusan anak-anak dilimpahkan  suami kepada istri. Tetapi sebenarnya sentral kepemimpinan keluarga ada pada Bapak. Bapak harus punya otoritas mendisiplinkan keluarga dengan mendidik mereka dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Sebab itu  jangan bosan membawa anakmu di kebaktian, di ibadah sekolah minggu. Pendidikan rohani anak dari usia dini begitu amat penting.

Dalam unsur hubungan ini kita harus memperbanyak hal-hal rohani. Hamba-hamba Tuhan juga dituntut tentang hal ini. I Timotius 3:1-4. Saya prihatin melihat para pendeta menjadi anggota tim sukses dari partai politik atau calon kepala daerah. Penilik jemaat atau Gembala sidang adalah pekerjaan yang mulia. Jadi, kalau ada hamba Tuhan ikut mencalonkan diri menjadi calon DPR atau DPRD, sebenarnya dia telah merendahkan jabatan Gembala yang adalah jawatan dari Tuhan.  Perkawinan juga merupakan standard yang penting dari seorang hamba Tuhan. Kalau keluarga hamba Tuhan tidak benar, bagaimana jemaat menjadi anak Tuhan yang benar.

 

2.   SATU dan SEMUA DALAM KRISTUS. Galatia 3:26-29. Kolose 3:10-12.

Jemaat Tuhan adalah satu walaupun kita beda-beda. Dalam tubuh Kristus kita semua satu, tidak ada lagi pandangan kesukuan, kebangsaan, perkauman yang sempit. Alkitab mengakui adanya suku, kaum, dan bahasa yang berbeda-beda, tetapi seluruh anak Tuhan yang banyak dan berbeda-beda itu satu dalam Kristus. Di dalam Tuhan semua sama, tidak ada yang lebih. Disinilah berlaku hukum keluarga.

Jemaat adalah satu tubuh Kristus. I Korintus 12:13. Dari bangsa, bahasa, dan suku yang berbeda, turunan yang berbeda, profesi yang berbeda, kita tetap satu tubuh. Inilah kekuatan keluarga Allah. Ini adalah inti dari jemaat Tuhan.

 

Kehidupan kita sebagai keluarga, yang diam bersama, punya dampak yang luar biasa. Mazmur 133:1-3. Arti ‘diam bersama’ berbicara tentang keluarga, satu rumah, satu jemaat. Ke atas keluarga-keluarga yang hidup rukun, hidup sesuai firman Tuhan, ke sana Tuhan perintahkan berkat. Kalau kita hidup sesuai  firman Tuhan ada janji Tuhan yan luar biasa ; Tuhan perintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. Berkat Tuhan bukan hanya untuk sepuluh atau dua puluh tahun tetapi untuk selama-lamanya, untuk anak cucu kita kemudian. Kalau anda hidup sesuai firman Tuhan, masa depan kita terjamin.  

Satu bulan lalu saya bersama Klaudia dan Gembala GPdI New York menyaksikan sebuah pertunjukan teater tentang kisah YUSUF di Lancaster, Amerika.  Pertunjukan kolosal itu sangat menarik, luar biasa para pemain, panggung dan tata lampunya. Tetapi yang paling mengesankan adalah bagian terakhir dari pertunjukan itu, bagaimana pergumulan Yusuf untuk menerima saudara-saudaranya yang pernah menyakitinya, pernah memasukkannya ke sumur bahkan menjualnya kepada saudagar Mesir. Yusuf bergumul tetapi akhirnya istrinya berhasil membujuk Yusuf lalu menerima semua saudaranya di Mesir. Akhirnya, seluruh keluarga Yusuf berjumlah sekitar 70 orang dibawa dan tinggal di Mesir. Keluarga itu menjadi bangsa besar di Mesir yang jumlahnya hampir 3 juta jiwa. Disitu ditunjukkan betapa pentingnya pemulihan keluarga. Kalau Yusuf tidak mengampuni, mereka tidak bisa menjadi bangsa besar di Mesir. Yusuf memilih untuk mengampuni saudaranya dan memulihkan hubungan saudara-saudaranya.

Saya percaya, gereja akan diberkati luar biasa kalau keluarga-keluarga orang percaya dapat berfungsi sebagai keluarga Allah. Kalau keluarga anda dipulihkan pasti terjadi berkat luar biasa. Berdoalah supaya terjadi pemulihan dalam keluarga anda. Biarlah jemaat ini menjadi keluarganya Tuhan. Tuhan memberkati!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 4 Juli 2010 (Ibadah Raya II)

Last Updated ( Jul 12, 2010 at 02:41 PM )