header image
Home arrow 2010 arrow HIDUP ORANG BENAR
HIDUP ORANG BENAR PDF Print E-mail
Written by Pdt. M.D. Wakkary   
Jul 18, 2010 at 01:39 AM

Mazmur 1:1-6

Mazmur ini merupakan mazmur yang  terkenal dan digemari orang percaya, sebab sarat dengan dengan janji Tuhan. Mazmur ini saya simpulkan dalam tiga bagian besar, yaitu : pertama berbahagia. Hidup bahagia adalah dambaan semua manusia apalagi orang percaya. Kehidupan manusia selalu bertujuan untuk berbahagia. Kedua berhasil. Semua orang mau supaya apa yang dilakukannya berhasil. Bahkan walaupun sudah pensiun orang tetap ingin supaya hidupnya berguna. Apalagi orang-orang muda, memiliki cita-cita untuk keberhasilan. Tetapi bagian yang ketiga ini merupakan kunci dari kebahagiaan dan keberhasilan, yaitu  jalan orang benar. Kebahagiaan dan keberhasilan hanyalah milik orang yang berjalan dalam kebenaran. Berbahagia dan berhasil identik dengan jalan orang benar.

 

Bisa saja anda rajin ke gereja dan menamakan diri orang Kristen, tetapi belum tentu anda orang yang  benar. Di bawah ini saya kutip tiga tokoh Alkitab yang punya kualifikasi orang benar ;

1.   Nuh. Kejadian 6:9, 7:1. Tuhan sendiri berkata bahwa Nuh adalah orang benar. Nuh hidup benar, tidak bercela dan hidup bergaul dengan Tuhan. Semua manusia pada zaman Nuh sudah rusak moralnya. Generasi Nuh hidup dalam kejahatan dan penuh kekerasan. Karena itu para orang tua jangan gunakan kekerasan dalam mendidik anak-anak Anda. Orang yang hidup dalam kekerasan bukanlah orang benar.

Lukas 17:26-27. Keadaan dunia di zaman akhir persis seperti zaman Nuh ; makan dan minum, kawin dan dikawinkan. Orang hidup berfoya-foya dan mengambil istri dari antara perempuan-perempuan, siapa saja yang disukai mereka (Baca Kejadian 6:2). Karena itu tidak heran kalau sekarang ada suami yang sudah beristri masih mengincar wanita muda. Bahkan ada pria mengincar laki-laki dan wanita mengincar perempuan. Manusia sekarang hidup menurut maunya sendiri. Tetapi walaupun generasi Nuh sangat rusak, Nuh dapat hidup benar.

Ketika Nuh mendapat tugas dari Tuhan untuk membangun sebuah kapal/bahtera besar, ia ditertawakan banyak orang. Apalagi pembangunannya di atas gunung. Nuh menyerukan supaya mereka bertobat sebab Tuhan akan melenyapkan penduduk bumi dengan air bah, tetapi mereka tetap tidak percaya dan hidup dalam kejahatan. Lama pembangunan bahtera itu sekaligus lama Nuh berkhotbah agar mereka bertobat yaitu 120 tahun, tetapi tidak ada yang mendengar. Seringkali orang benar itu adalah kelompok minoritas. Berita pertobatan selalu diwartakan supaya kita dan keluarga diselamatkan, dalam dunia dewasa ini yang rusak (corrupted).

Dunia ini akan terus semakin rusak. Tetapi walaupun dunia tidak benar, kita harus berusaha untuk hidup benar. Kalau Nuh bisa hidup benar maka kita juga pasti bisa sebab Roh Kudus ada sebagai penolong dan pembela kita. Kita tidak boleh terbawa arus dunia ini. Dunia ini kelihatannya begitu indah, mengagumkan, tetapi dalamnya rusak, penuh kejahatan, kekerasan, korupsi, dll.

Orang-orang yang tadinya mengejek Nuh mengalami kebinasaan ketika Tuhan mendatangkan air bah. Sedangkan Nuh dan keluarganya selamat. (Kej 9:1). Karena itu kita jangan terpancing oleh segala kemolekan dunia ini. Kita semua punya tanggung jawab agar keluarga kita selamat.

 

2.   Ayub. Ayub 1:7,8. Allah membanggakan dan mempromosikan kehidupan Ayub kepada Iblis. Tetapi menurut Iblis, keberhasilan Ayub menjadi orang terkaya dan sangat diberkati adalah karena pertolongan dan perlindungan Tuhan. Artinya Ayub akan berubah kalau Tuhan tidak lagi melindungi dan memberkati Ayub. Untuk itu Tuhan mengijinkan Iblis untuk menjamah Ayub. Dalam waktu yang singkat, semua anak-anak Ayub mati kena musibah. Hartanya habis dirampok. Istrinya mengutuki  Ayub. Badan Ayub penuh dengan borok. Tetapi ternyata Ayub tidak berubah dan terus hidup benar di hadapan Tuhan. Mungkin kita sulit mengatakan bahwa penderitaan Ayub ini adalah sebuah kebahagiaan. Justru kebahagiaan orang benar ialah apabila ia lulus dari tantangan, percobaan, atau penderitaan.

Hari Selasa lalu saya bersama istri terbang ke Penang, Malaysia untuk check-up kesehatan jantung dan ginjal saya. Setelah diperiksa secara intensif dengan menggunakan peralatan medis yang canggih, dokter kemudian katakan bahwa kesehatan jantung saya baik. Namun ketika diuji lagi ke ruangan yang lain, ke tempat yang lebih canggih teknologinya, ternyata ada sedikit masalah dengan ginjal saya. Tetapi setelah berulangkali dicheck, ternyata tidak ada masalah sama sekali alias sehat-sehat saja. Puji Tuhan.

Hidup kerohanian kita juga demikian. Kita perlu diuji, ditest, sehingga ketahuan mana yang kurang beres. Kita selalu ingin cepat bahagia, cepat berhasil, tetapi apakah kita sudah di jalan orang benar? Apakah kita sudah setia, apakah kita sudah beribadah dan berkorban dengan benar?

Setelah Ayub lulus ujian, ia menerima berkat sebagai orang berbahagia. (Ayub 42:12-17). Ayub mendapat anak-anak yang ganteng dan cantik-cantik. Dan tidak ada wanita secantik putri Ayub. Ayub masih sempat melihat cucu-cucu bahkan cicitnya. Ia meninggal dalam usia yang lanjut. Ayub menjadi satu contoh bahwa orang benar bisa mengalami ujian berat dan berhasil lolos dari ujian itu dan hasilnya diberkati berlipat ganda.

 

3.   Raja Hizkia. Yesaya 38:1-5. Hizkia adalah seorang raja yang sukses dan terkenal walaupun sering mendapat ancaman dari raja Asyur. Suatu waktu raja Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Dan atas perintah Tuhan, nabi Yesaya berkata supaya Hizkia menyampaikan pesan-pesan terakhir, sebab ia tidak akan sembuh tetapi akan mati. Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN. Ia berkata: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. (Yesaya 39:2,3).

Biasanya kalau kita sakit atau dalam ujian berat kita selalu mohon ampun kepada Tuhan. Kita berharap pengampunan Tuhan memberikan kesembuhan bagi kita. Tetapi Hizkia berbeda, dia mengingatkan Tuhan bahwa ia sudah hidup setia, tulus hati, dan melakukan apa yang baik di mata Tuhan. Beranikah Anda berdoa seperti Hizkia? Mengingatkan Tuhan bahwa anda sudah hidup benar, sudah setia dan tulus mengikuti Tuhan? Seringkali kita tidak punya keberanian berkata demikian karena kita tidak benar hidupnya. Akhirnya Tuhan merevisi atau menarik kembali hukumannya.  Dengan mujizat Hizkia sembuh dan hidup lima belas tahun lagi.

 

Mungkin anda tidak kesulitan mendengar Firman Tuhan tetapi apakah Anda sudah melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Hidup benar mendatangkan kebahagiaan dan keberhasilan.

Amsal 4:18. Jalan orang benar itu seperti cahaya fajar. Mungkin terang anda masih kecil sekarang tetapi teruslah berjalan sebagai orang benar, maka terangmu akan bertambah besar bahkan sampai sempurna. Mulailah melakukan kehendak Tuhan dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu sampai anda sanggup melakukan pekerjaan besar. Saya yakin semua jemaat ini adalah orang benar, tetapi kalau ada yang belum, mulailah untuk hidup benar sehingga kehidupan anda bahagia dan berhasil. Puji Tuhan.

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary,Minggu 11 Juli 2010 (Ibadah Raya II)

Last Updated ( Jul 18, 2010 at 01:41 AM )