|
Mazmur 1:1-6
Mazmur ini merupakan
mazmur yang terkenal dan digemari orang
percaya, sebab sarat dengan dengan janji Tuhan. Mazmur ini saya simpulkan dalam
tiga bagian besar, yaitu : pertama berbahagia. Hidup bahagia adalah dambaan semua manusia apalagi orang percaya. Kehidupan
manusia selalu bertujuan untuk berbahagia. Kedua berhasil. Semua orang mau supaya apa yang dilakukannya berhasil. Bahkan
walaupun sudah pensiun orang tetap ingin supaya hidupnya berguna. Apalagi orang-orang
muda, memiliki cita-cita untuk keberhasilan. Tetapi bagian yang ketiga ini
merupakan kunci dari kebahagiaan dan keberhasilan, yaitu jalan
orang benar. Kebahagiaan dan keberhasilan hanyalah milik orang yang
berjalan dalam kebenaran. Berbahagia dan berhasil identik dengan jalan orang
benar.
Bisa saja anda rajin
ke gereja dan menamakan diri orang Kristen, tetapi belum tentu anda orang yang benar. Di bawah ini saya kutip tiga tokoh
Alkitab yang punya kualifikasi orang benar ;
1. Nuh. Kejadian 6:9, 7:1. Tuhan
sendiri berkata bahwa Nuh adalah orang benar. Nuh hidup benar, tidak bercela
dan hidup bergaul dengan Tuhan. Semua manusia pada zaman Nuh sudah rusak
moralnya. Generasi Nuh hidup dalam kejahatan dan penuh kekerasan. Karena itu
para orang tua jangan gunakan kekerasan dalam mendidik anak-anak Anda. Orang
yang hidup dalam kekerasan bukanlah orang benar.
Lukas 17:26-27. Keadaan
dunia di zaman akhir persis seperti zaman Nuh ; makan dan minum, kawin dan
dikawinkan. Orang hidup berfoya-foya dan mengambil istri dari antara
perempuan-perempuan, siapa saja yang disukai mereka (Baca Kejadian 6:2). Karena
itu tidak heran kalau sekarang ada suami yang sudah beristri masih mengincar
wanita muda. Bahkan ada pria mengincar laki-laki dan wanita mengincar
perempuan. Manusia sekarang hidup menurut maunya sendiri. Tetapi walaupun generasi
Nuh sangat rusak, Nuh dapat hidup benar.
Ketika Nuh mendapat
tugas dari Tuhan untuk membangun sebuah kapal/bahtera besar, ia ditertawakan
banyak orang. Apalagi pembangunannya di atas gunung. Nuh menyerukan supaya
mereka bertobat sebab Tuhan akan melenyapkan penduduk bumi dengan air bah, tetapi
mereka tetap tidak percaya dan hidup dalam kejahatan. Lama pembangunan bahtera
itu sekaligus lama Nuh berkhotbah agar mereka bertobat yaitu 120 tahun, tetapi
tidak ada yang mendengar. Seringkali orang benar itu adalah kelompok minoritas.
Berita pertobatan selalu diwartakan supaya kita dan keluarga diselamatkan,
dalam dunia dewasa ini yang rusak (corrupted).
Dunia ini akan terus semakin
rusak. Tetapi walaupun dunia tidak benar, kita harus berusaha untuk hidup
benar. Kalau Nuh bisa hidup benar maka kita juga pasti bisa sebab Roh Kudus ada
sebagai penolong dan pembela kita. Kita tidak boleh terbawa arus dunia ini. Dunia
ini kelihatannya begitu indah, mengagumkan, tetapi dalamnya rusak, penuh
kejahatan, kekerasan, korupsi, dll.
Orang-orang yang
tadinya mengejek Nuh mengalami kebinasaan ketika Tuhan mendatangkan air bah. Sedangkan
Nuh dan keluarganya selamat. (Kej 9:1). Karena itu kita jangan terpancing oleh
segala kemolekan dunia ini. Kita semua punya tanggung jawab agar keluarga kita
selamat.
2. Ayub. Ayub 1:7,8. Allah
membanggakan dan mempromosikan kehidupan Ayub kepada Iblis. Tetapi menurut
Iblis, keberhasilan Ayub menjadi orang terkaya dan sangat diberkati adalah karena
pertolongan dan perlindungan Tuhan. Artinya Ayub akan berubah kalau Tuhan tidak
lagi melindungi dan memberkati Ayub. Untuk itu Tuhan mengijinkan Iblis untuk menjamah
Ayub. Dalam waktu yang singkat, semua anak-anak Ayub mati kena musibah. Hartanya
habis dirampok. Istrinya mengutuki Ayub.
Badan Ayub penuh dengan borok. Tetapi ternyata Ayub tidak berubah dan terus
hidup benar di hadapan Tuhan. Mungkin kita sulit mengatakan bahwa penderitaan
Ayub ini adalah sebuah kebahagiaan. Justru kebahagiaan orang benar ialah
apabila ia lulus dari tantangan, percobaan, atau penderitaan.
Hari Selasa lalu saya
bersama istri terbang ke Penang, Malaysia untuk check-up kesehatan jantung
dan ginjal saya. Setelah diperiksa secara intensif dengan menggunakan peralatan
medis yang canggih, dokter kemudian katakan bahwa kesehatan jantung saya baik. Namun
ketika diuji lagi ke ruangan yang lain, ke tempat yang lebih canggih
teknologinya, ternyata ada sedikit masalah dengan ginjal saya. Tetapi setelah berulangkali
dicheck, ternyata tidak ada masalah sama sekali alias sehat-sehat saja. Puji
Tuhan.
Hidup kerohanian kita
juga demikian. Kita perlu diuji, ditest, sehingga ketahuan mana yang kurang
beres. Kita selalu ingin cepat bahagia, cepat berhasil, tetapi apakah kita
sudah di jalan orang benar? Apakah kita sudah setia, apakah kita sudah beribadah
dan berkorban dengan benar?
Setelah Ayub lulus
ujian, ia menerima berkat sebagai orang berbahagia. (Ayub 42:12-17). Ayub
mendapat anak-anak yang ganteng dan cantik-cantik. Dan tidak ada wanita
secantik putri Ayub. Ayub masih sempat melihat cucu-cucu bahkan cicitnya. Ia
meninggal dalam usia yang lanjut. Ayub menjadi satu contoh bahwa orang benar
bisa mengalami ujian berat dan berhasil lolos dari ujian itu dan hasilnya
diberkati berlipat ganda.
3. Raja Hizkia. Yesaya 38:1-5. Hizkia adalah seorang raja
yang sukses dan terkenal walaupun sering mendapat ancaman dari raja Asyur. Suatu
waktu raja Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Dan atas perintah Tuhan, nabi
Yesaya berkata supaya Hizkia menyampaikan pesan-pesan terakhir, sebab ia tidak
akan sembuh tetapi akan mati. Lalu Hizkia
memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN. Ia berkata:
"Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan
setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di
mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. (Yesaya 39:2,3).
Biasanya kalau kita sakit
atau dalam ujian berat kita selalu mohon ampun kepada Tuhan. Kita berharap
pengampunan Tuhan memberikan kesembuhan bagi kita. Tetapi Hizkia berbeda, dia
mengingatkan Tuhan bahwa ia sudah hidup setia, tulus hati, dan melakukan apa
yang baik di mata Tuhan. Beranikah Anda berdoa seperti Hizkia? Mengingatkan Tuhan
bahwa anda sudah hidup benar, sudah setia dan tulus mengikuti Tuhan? Seringkali
kita tidak punya keberanian berkata demikian karena kita tidak benar hidupnya. Akhirnya
Tuhan merevisi atau menarik kembali hukumannya. Dengan mujizat Hizkia sembuh dan hidup lima belas tahun lagi.
Mungkin anda tidak
kesulitan mendengar Firman Tuhan tetapi apakah Anda sudah melakukan apa yang
benar di mata Tuhan. Hidup benar mendatangkan kebahagiaan dan keberhasilan.
Amsal 4:18. Jalan
orang benar itu seperti cahaya fajar. Mungkin terang anda masih kecil sekarang
tetapi teruslah berjalan sebagai orang benar, maka terangmu akan bertambah
besar bahkan sampai sempurna. Mulailah melakukan kehendak Tuhan dari hal-hal
yang kecil terlebih dahulu sampai anda sanggup melakukan pekerjaan besar. Saya
yakin semua jemaat ini adalah orang benar, tetapi kalau ada yang belum,
mulailah untuk hidup benar sehingga kehidupan anda bahagia dan berhasil. Puji
Tuhan.
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary,Minggu 11 Juli 2010
(Ibadah Raya II) |