header image
Home arrow 2010 arrow KEUNTUNGAN (PROFIT)
KEUNTUNGAN (PROFIT) PDF Print E-mail
Written by Pdt. M.D. Wakkary   
Jul 25, 2010 at 12:57 AM

ImageHampir semua orang di dunia ini mau untung. Karena mencari keuntungan banyak bisnis sering tidak benar, banyak orang baik menjadi jahat, banyak pejabat yang baik kemudian menjadi korup, dlsb.

Ketika beberapa tahun lalu berita kenaikan harga BBM diumumkan, orang-orang rela mengantri di SPBU untuk mendapatkan BBM dengan harga lama. Padahal kenaikan harga hanya sekitar seribu rupiah dari harga sebelumnya. Anehnya, selain sepeda motor, angkot dan truk, tampak juga mobil-mobil mewah ikut antri sebelum harga naik. Kalau satu mobil isi makimumnya 50 liter maka keuntungan yang didapat sebenarnya hanya lima puluh ribu rupiah. Pertanyaannya, kenapa orang kaya musti antri berjam-jam hanya untuk keuntungan lima puluh ribu saja? Karena tidak mau rugi, mumpung ada kesempatan untung, ikut mengantri beberapa jam.

Di Amerika, ada hari yang disebut dengan black Friday, akhir bulan November. Pada hari ini toko-toko memberikan diskon besar-besaran. Untuk mendapatkan diskon ini orang sudah antri mulai dari subuh. Di antrian itu mereka bawa kopi, jaket tebal dan perlengkapan lainnya karena memang suhunya dingin.  

Dua contoh di atas membuktikan bahwa manusia selalu mengejar keuntungan.

Tetapi sebenarnya Alkitab memberikan arahan kepada kita, bahwasanya hidup di dalam Tuhan ada banyak keuntungan.

Dalam bahasa Ibrani, kata yang digunakan untuk keuntungan (profit) adalah kata ‘yaal’, artinya keuntungan, manfaat, faedah atau kegunaan. Dalam bahasa Yunani kata ‘profit’ menggunakan kata “opheleo” artinya manfaat, keuntungan, faedah atau kegunaan.

Tiga hal yang memberi keuntungan dalam Alkitab :

1.   Pengajaran Firman =  Keuntungan. Yesaya 48:17.

"Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah (‘yaal’)...”

Sekarang ada pembicara-pembicara seminar yang hebat, yang berbicara tentang kesuksesan bisnis, tentang kepemimpinan yang baik, tentang management yang baik, dan banyak topik menarik lainnya. Untuk bisa mengikuti seminar mereka, harus bayar mahal. Sebab pembicaranya itu didatangkan dari luar negeri dengan biaya yang mahal. Tetapi walaupun biayanya mahal, banyak juga orang mengikutinya, sebab mereka mendapat pengetahuan tentang kiat-kiat untuk sukses dan beruntung.

Akhir Mei lalu saya mengikuti konvensi gereja Foursquare di kota Atlanta, Amerika. Di kota itu ada seorang pakar kepemimpinan terkenal bernama Jhon Maxwell. Dia adalah seorang anak Tuhan dan mengarang banyak buku dan banyak berbicara tentang kepemimpinan (leadership). Buku karangannya selalu best-seller. Dalam konvensi itu ia hanya berbicara 20 menit saja tetapi orang-orang sangat menantikannya.

Banyak orang membayar mahal untuk mendengar pakar ekonomi, pakar kepemimpinan, pakar bisnis, dlsb, karena mereka mendapat kiat-kiat baru untuk beruntung. Tetapi banyak orang Kristen lupa bahwa pengajaran dari Tuhan memberikan keuntungan. Ada orang Kristen hanya mau mendengar Firman Tuhan belasan menit saja supaya cepat mendoakan kebutuhan hidup dan kesembuhan orang sakit. Padahal Tuhan melalui FirmanNya mengajar kita tentang segala sesuatu yang memberikan keuntungan. Kita musti melatih diri kita untuk membaca Alkitab setiap hari, terlebih khusus sebelum beraktivitas. Alangkah baiknya kalau anda juga mencatat setiap khotbah-khotbah, membaca buku-buku rohani, sebab semuanya itu memberikan keuntungan bagi kita.

Jhon Maxwell, seorang pakar kepemimpinan yang sering berbicara di hadapan CEO perusahaan-perusahaan terkemuka di Amerika, di konvensi itu mengaku kepada kami, bahwa sumber segala pengetahuannya tentang kepemimpinan dan juga lain-lainnya adalah ALKITAB. Alkitab adalah referensi utama dari semua tulisan-tulisannya.

Melalui Alkitab, Tuhan memberikan pengajaran kepada kita dan membawa hidup kita untuk tidak celaka, tidak menyeleweng, berada di jalan yang benar. Karena itu, dari abad ke abad, Alkitab adalah top best seller. Alkitab membuat karakter kita sama dengan karakter Kristus ; suka berdamai, tidak melakukan kekerasan, tidak merugikan orang lain, dlsb.

 

2.   Ibadah = Menguntungkan dalam segal hal. I Timotius 4:8.

“Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna (opheleo) dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”

Ibadah adalah kontak kita dengan Tuhan atau mendekati Tuhan. Pengajaran Tuhan adalah dari Tuhan kepada kita, tetapi ibadah adalah dari kita untuk Tuhan. Memuji Tuhan, berdoa, menyembah adalah ibadah. Ibadah membuat keuntungan dalam segala hal ; untuk hidup kita sekarang dan hidup yang akan datang. Karena itu perbanyaklah ibadah anda ; doa, pujian, penyembahan, dlsb. Ibadah itu harus dilatih (I Tim 4:7). Waktu di perjalanan anda bisa memutar musik rohani di mobil. Waktu menyetir anda bisa menyembah Tuhan dengan berbahasa Roh. Setiap saat kita bisa kontak dengan Tuhan.

Waktu saya check-up di Penang, dokter menyuruh saya untuk banyak “exercise” demi mengatasi tekanan darah dan kolesterol yang tinggi. Tetapi Alkitab katakan bahwa latihan badani terbatas atau sedikit gunanya. Supaya badan sehat, banyak orang menjadi member di Fitnes Center. Tetapi ibadah merupakan ‘fitnes center’ dari kerohanian kita. Rumus ini kelihatannya sederhana tetapi mendatangkan keuntungan yang besar.

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:25)

Saya sangat prihatin melihat banyak orang Kristen melalaikan ibadah. Waktu Natal gereja penuh bahkan harus buat tenda, tetapi sesudah Natal orang malas beribadah. Ingat, ibadah memberikan keuntungan dalam segala hal, baik untuk hidup kini dan juga hidup yang akan datang.

 

3.   Memberi = Makin besar keuntungan. Filipi 4:15-17.  

“Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku .........yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.”

Jemaat Filipi adalah jemaat yang tidak hitung-hitungan membantu pelayanan Paulus. Mereka tetap mengirimkan bantuan mereka sekalipun tempat pelayanan Paulus berpindah-pindah.  Paulus bersyukur kalau mereka tahu memberi dan menyediakan kebutuhan hamba Tuhan. Tetapi Paulus lebih bersyukur sebab dengan pemberian itu jemaat Filipi semakin beruntung dan lebih diberkati. Jemaat ini mendapat untung yang besar melalui persembahan dan bantuan mereka. Persembahan-persembahan mereka merupakan satu korban yang harum, yang disukai dan berkenan kepada Allah. (Filipi 5:18).

Semua persembahan-persembahan kepada Tuhan dan pekerjaanNya, yang diberikan dengan iklas akan mendatangkan berkat keuntungan yang semakin besar. “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Efesus 5:19). Saya yakin, kalau kita tidak hitung-hitungan kepada Tuhan, maka Tuhan juga pasti berbuat demikian bahkan lebih kepada kita. (Baca 2 Korintus 6:7,8).

 

Jadi, kalau kita tahu menghargai Firman Tuhan, tahu beribadah dan tahu memberi maka kita pasti memperoleh banyak keuntungan. Firman, Ibadah dan Korban selalu memberikan profit. Tuhan memberkati!

(Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 18 Juli 2010 (Ibadah Raya II)

Last Updated ( Aug 08, 2010 at 01:47 AM )