|
Hampir
semua orang di dunia ini mau untung. Karena mencari keuntungan banyak bisnis sering
tidak benar, banyak orang baik menjadi jahat, banyak pejabat yang baik kemudian
menjadi korup, dlsb.
Ketika
beberapa tahun lalu berita kenaikan harga BBM diumumkan, orang-orang rela mengantri
di SPBU untuk mendapatkan BBM dengan harga lama. Padahal kenaikan harga hanya
sekitar seribu rupiah dari harga sebelumnya. Anehnya, selain sepeda motor,
angkot dan truk, tampak juga mobil-mobil mewah ikut antri sebelum harga naik. Kalau
satu mobil isi makimumnya 50 liter maka keuntungan yang didapat sebenarnya hanya
lima puluh ribu rupiah. Pertanyaannya, kenapa orang kaya musti antri berjam-jam
hanya untuk keuntungan lima puluh ribu saja? Karena tidak mau rugi, mumpung ada
kesempatan untung, ikut mengantri beberapa jam.
Di
Amerika, ada hari yang disebut dengan black
Friday, akhir bulan November. Pada hari ini toko-toko memberikan diskon
besar-besaran. Untuk mendapatkan diskon ini orang sudah antri mulai dari subuh.
Di antrian itu mereka bawa kopi, jaket tebal dan perlengkapan lainnya karena
memang suhunya dingin.
Dua
contoh di atas membuktikan bahwa manusia selalu mengejar keuntungan.
Tetapi
sebenarnya Alkitab memberikan arahan kepada kita, bahwasanya hidup di dalam
Tuhan ada banyak keuntungan.
Dalam
bahasa Ibrani, kata yang digunakan untuk keuntungan (profit) adalah kata ‘yaal’, artinya
keuntungan, manfaat, faedah atau kegunaan. Dalam bahasa Yunani kata ‘profit’ menggunakan kata “opheleo” artinya manfaat, keuntungan, faedah
atau kegunaan.
Tiga
hal yang memberi keuntungan dalam Alkitab :
1. Pengajaran Firman
= Keuntungan. Yesaya 48:17.
"Akulah TUHAN,
Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah (‘yaal’)...”
Sekarang ada pembicara-pembicara seminar yang
hebat, yang berbicara tentang kesuksesan bisnis, tentang kepemimpinan yang
baik, tentang management yang baik, dan banyak topik menarik lainnya. Untuk
bisa mengikuti seminar mereka, harus bayar mahal. Sebab pembicaranya itu didatangkan
dari luar negeri dengan biaya yang mahal. Tetapi walaupun biayanya mahal, banyak
juga orang mengikutinya, sebab mereka mendapat pengetahuan tentang kiat-kiat untuk
sukses dan beruntung.
Akhir Mei lalu saya mengikuti konvensi gereja
Foursquare di kota Atlanta, Amerika. Di kota itu ada seorang pakar kepemimpinan
terkenal bernama Jhon Maxwell. Dia adalah seorang anak Tuhan dan mengarang
banyak buku dan banyak berbicara tentang kepemimpinan (leadership). Buku karangannya selalu best-seller. Dalam konvensi itu ia hanya berbicara 20 menit saja tetapi
orang-orang sangat menantikannya.
Banyak orang membayar mahal untuk mendengar pakar
ekonomi, pakar kepemimpinan, pakar bisnis, dlsb, karena mereka mendapat
kiat-kiat baru untuk beruntung. Tetapi banyak orang Kristen lupa bahwa
pengajaran dari Tuhan memberikan keuntungan. Ada orang Kristen hanya mau
mendengar Firman Tuhan belasan menit saja supaya cepat mendoakan kebutuhan hidup
dan kesembuhan orang sakit. Padahal Tuhan melalui FirmanNya mengajar kita tentang
segala sesuatu yang memberikan keuntungan. Kita musti melatih diri kita untuk
membaca Alkitab setiap hari, terlebih khusus sebelum beraktivitas. Alangkah
baiknya kalau anda juga mencatat setiap khotbah-khotbah, membaca buku-buku
rohani, sebab semuanya itu memberikan keuntungan bagi kita.
Jhon Maxwell, seorang pakar kepemimpinan yang
sering berbicara di hadapan CEO perusahaan-perusahaan terkemuka di Amerika, di
konvensi itu mengaku kepada kami, bahwa sumber segala pengetahuannya tentang
kepemimpinan dan juga lain-lainnya adalah ALKITAB. Alkitab adalah referensi utama
dari semua tulisan-tulisannya.
Melalui Alkitab, Tuhan memberikan pengajaran kepada
kita dan membawa hidup kita untuk tidak celaka, tidak menyeleweng, berada di jalan
yang benar. Karena itu, dari abad ke abad, Alkitab adalah top best seller. Alkitab membuat karakter kita sama dengan karakter
Kristus ; suka berdamai, tidak melakukan kekerasan, tidak merugikan orang lain,
dlsb.
2. Ibadah =
Menguntungkan dalam segal hal. I Timotius 4:8.
“Latihan badani
terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna (opheleo) dalam segala hal, karena
mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”
Ibadah adalah kontak kita dengan Tuhan atau
mendekati Tuhan. Pengajaran Tuhan adalah dari Tuhan kepada kita, tetapi ibadah adalah
dari kita untuk Tuhan. Memuji Tuhan, berdoa, menyembah adalah ibadah. Ibadah
membuat keuntungan dalam segala hal ; untuk hidup kita sekarang dan hidup yang
akan datang. Karena itu perbanyaklah ibadah anda ; doa, pujian, penyembahan,
dlsb. Ibadah itu harus dilatih (I Tim 4:7). Waktu di perjalanan anda bisa
memutar musik rohani di mobil. Waktu menyetir anda bisa menyembah Tuhan dengan
berbahasa Roh. Setiap saat kita bisa kontak dengan Tuhan.
Waktu saya check-up di Penang, dokter menyuruh saya untuk banyak “exercise” demi
mengatasi tekanan darah dan kolesterol yang tinggi. Tetapi Alkitab katakan bahwa
latihan badani terbatas atau sedikit gunanya. Supaya badan sehat, banyak orang
menjadi member di Fitnes Center. Tetapi
ibadah merupakan ‘fitnes center’ dari
kerohanian kita. Rumus ini kelihatannya sederhana tetapi mendatangkan
keuntungan yang besar.
“Janganlah kita
menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh
beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat
melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:25)
Saya sangat prihatin melihat banyak orang
Kristen melalaikan ibadah. Waktu Natal gereja penuh bahkan harus buat tenda,
tetapi sesudah Natal orang malas beribadah. Ingat, ibadah memberikan keuntungan
dalam segala hal, baik untuk hidup kini dan juga hidup yang akan datang.
3. Memberi = Makin besar
keuntungan. Filipi 4:15-17.
“Kamu
sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai
mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu
jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku .........yang
kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar
keuntunganmu.”
Jemaat Filipi adalah jemaat yang tidak
hitung-hitungan membantu pelayanan Paulus. Mereka tetap mengirimkan bantuan
mereka sekalipun tempat pelayanan Paulus berpindah-pindah. Paulus bersyukur kalau mereka tahu memberi dan
menyediakan kebutuhan hamba Tuhan. Tetapi Paulus lebih bersyukur sebab dengan
pemberian itu jemaat Filipi semakin beruntung dan lebih diberkati. Jemaat ini mendapat
untung yang besar melalui persembahan dan bantuan mereka. Persembahan-persembahan
mereka merupakan satu korban yang harum, yang disukai dan berkenan kepada
Allah. (Filipi 5:18).
Semua persembahan-persembahan kepada Tuhan
dan pekerjaanNya, yang diberikan dengan iklas akan mendatangkan berkat keuntungan
yang semakin besar. “Allahku akan
memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus
Yesus.” (Efesus 5:19). Saya yakin, kalau kita tidak hitung-hitungan kepada
Tuhan, maka Tuhan juga pasti berbuat demikian bahkan lebih kepada kita. (Baca 2
Korintus 6:7,8).
Jadi,
kalau kita tahu menghargai Firman Tuhan, tahu beribadah dan tahu memberi maka kita
pasti memperoleh banyak keuntungan. Firman, Ibadah dan Korban selalu memberikan
profit. Tuhan memberkati!
(Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu
18 Juli 2010 (Ibadah Raya II) |